Bersuka Di Dalam Tuhan

Bersuka Di Dalam Tuhan

Renungan Kristen, Bersuka Di dalam Tuhan – Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, pembacaan Alkitab kita pada saat ini terdapat dalam Mazmur 36: 7-9:

Mazmur 36: 7-9

Bersuka Di Dalam Tuhan

Tanggal 11 September 2001, 4 pesawat dibajak oleh para teroris dan dua diantaranya ditabrakan ke dua menara kembar World Trade Center di New York Amerika Serikat. peristiwa ini memakan banyak sekali korban jiwa.

Tapi anehnya, sebagian orang yang ada di dunia ini bergembira melihat runtuhnya WTC dan senang menyaksikan teror yang terjadi, seakan melegitimasi dan menyetujui apa yang dilakukan para pembajak pesawat itu merencanakan dengan matang apa yang akan mereka kerjakan dan mereka memanfaatkan kelemahan dalam sistem keamanan yang ada pada waktu itu.

Kita lihat di sini saudara bahwa orang-orang yang jahat senang merancangkan yang jahat dan bergembira bila terjadi teror ketakutan dan kehancuran. Tapi berkebalikan dengan itu, orang-orang yang baik akan selalu merancangkan yang baik dan yang membangun.

Dalam Mazmur 36 ini kita membaca adanya perbedaan antara orang yang fasik dan orang yang hidup dalam iman. Tipu daya dosa membuat orang fasik bergemar di dalam dosa. Sementara itu kecintaan akan Tuhan membuat orang benar bergemar di dalam Tuhan.

Ada beberapa hal yang terjadi pada orang fasik:

Yang pertama adalah tipu daya dosa membuatnya senang untuk memikirkan dosa. Di ayat yang pertama tertulis, dosa bertutur dilubuk hati orang fasik. Orang-orang yang fasik hati dan pikirannya dikuasai dosa sehingga tidak mengherankan kalau apa yang dia pikirkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan dosa yang terkandung dalam pikirannya terkontaminasi dengan dosa

Yang kedua, tipu daya dosa membuatnya senang untuk merencanakan hal-hal yang berdosa. Di ayat yang ke-4 tertulis; kejahatan di rancangannya di tempat tidurnya. Kalau orang baik  merancangkan hal-hal yang baik dan berguna, tidak demikian dengan orang fasik yang merancangkan hal-hal yang jahat, bahkan ditempat tidurnya. Artinya saat dia seharusnya  beristirahat, seharusnya dia tidur, malah memikirkan rancangan-rancangan yang jahat

Tujuannya adalah mencari keuntungan dengan memperdayai dan merugikan orang lain.

Yang Ketiga, tipu daya dosa membuatnya tidak menyukai apapun tentang Tuhan dan kebenaran.

Di ayat yang pertama disitu tertulis; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu. Hal yang berkebalikan dengan orang fasik terjadi pada orang benar.

Orang yang benar yang hidup dalam Tuhan mempunyai beberapa ciri dalam hidupnya

  • Menghargai Kasih setia Tuhan. Di ayat yang ketujuh dikatakan betapa berharganya Kasih setia-Mu ya Allah! anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayapmu! kita yang sudah ditebus dan diselamatkan secara otomatis kita pasti menghargai Kasih setia Tuhan.
  • Bersukacita hanya di dalam Tuhan dan dalam perkara-perkara yang dikenakan oleh Tuhan. Di ayat ke-8 tertulis; mereka menyenangkan dirinya dengan lemak di rumahMu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. Artinya adalah bahwa Tuhan yang menjadi kesenangan dalam kehidupan kita sebagai orang-orang percaya. Kita bersukacita dalam kebaikan Tuhan. Kita merasa puas dan bersyukur di dalam Tuhan karena itulah yang menjadi kesukaan kita.
  • Hidup berfokus pada kebenaranNya. Di ayat kesembilan dikatakan; sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. inilah yang menjadi fokus kita. Orang-orang percaya, orang-orang yang benar karena sudah dibenarkan oleh Tuhan yaitu kita berfokus pada terang Kristus. Kita berfokus pada kebenaranNya. Sebab di dalam kebenarannya kita mau oleh kehidupan.

Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, Mari kita cek kembali kondisi hati kita bagaimana pikiran-pikiran kita. Apakah kita senang merancangkan yang jahat atau sebaliknya senang  merancangkan yang baik?

Apakah dosa dan kejahatan kita tolak atau malah sebaliknya kita kompromi dengan dosa?

Apakah hati kita dipenuhi dengan hal-hal yang baik ataukah dipenuhi dengan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan?

Kondisi hati kita hanya Tuhan dan kita sendiri yang tahu secara pribadi. Mari, Jangan biarkan hati dan pikiran kita terkontaminasi oleh berbagai dosa dan kejahatan. Jagalah selalu dengan firman Tuhan agar kita kedapatan senantiasa berkenan dihadapan-Nya.

Scroll to Top