Kumpulan renungan harian Kristen

Renungan Firman Tuhan tentang Bersyukur Maz. 50

Renungan Firman Tuhan tentang bersyukur – Saudara dikasih Tuhan. Pembacaan Alkitab kita pada saat ini terdapat dalam Mazmur pasal yang ke-50 Ayat 14 dan ayat yang ke-23 tertulis demikian:

mazmur 50 ayat 14


mazmur 50 ayat 23 renungan firman Tuhan

Saudara dikasih Tuhan, ada sebuah kisah dimana seorang pemudi datang mendaftar di sebuah tempat pelayanan dan mengabdikan dirinya untuk beberapa waktu lamanya sebagai tenaga guru di daerah pedalaman.

Renungan Firman Tuhan tentang Bersyukur

Tindakannya untuk menjadi guru di daerah terpencil merupakan suatu pengorbanan yang luar biasa karena dari segi gaji, ia tidak dibayar dengan standar yang tinggi. Namun, ia sangat bersyukur untuk kesempatan melayani yang ia dapatkan. Dia bersukacita dengan segala keadaan yang ia hadapi serta mengasihi anak-anak yang dia ajarkan yang hampir dilakukan setiap hari.

Walaupun ada tawaran pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi, Ia tetap berkomitmen untuk melakukan pelayanannya di daerah tersebut. Sikap pengorbanannya diiringi dengan hati yang bersyukur.

Renungan firman tuhan tentang bersyukur – Kita semua pada dasarnya ingin berkorban bagi Tuhan. Mungkin kebanyakan dari kita sudah melakukannya dalam porsi kita masing-masing. Ada yang berkorban dalam bentuk uang atau barang ada yang berkorban dalam bentuk dedikasi waktu talenta dan pelayanan. Dan ada juga yang dalam bentuk berbagai kegiatan karya dan pengabdian yang dapat dikategorikan sebagai suatu pengorbanan pada Tuhan.

Semua pengorbanan itu baik. Tuhan senang dengan setiap pengorbanan yang diberikan dengan ketulusan di hadapan-Nya dan pengorbanan memang merupakan sesuatu yang selaras dengan kehendak tuhan yang mana kita sebagai orang-orang percaya harus melakukannya. Sebab Kasih tanpa pengorbanan adalah sebuah omong kosong.

Namun dalam pasal 50 ini ada suatu teguran dan perintah firman Tuhan yang disampaikan kepada bangsa Israel supaya mereka memiliki ibadah yang benar di hadapan Tuhan. Hal ini berhubungan dengan sikap berkorban yang mereka lakukan.

Renungan Kristen tentang bersyukur – Bangsa Israel umumnya adalah bangsa yang melakukan pengorbanan mereka. Memberikan korban sembelihan ataupun korban bakaran. Tapi sayangnya, mereka seringkali bersungut-sungut. Jadi tindakan berkorban mereka berjalan beriringan dengan sikap pengeluhan dan tidak mau berterima kasih kepada Tuhan.

Sebagian dari mereka merasa bahwa mereka sudah memberi korban bagi Tuhan, sehingga mereka seharusnya mendapatkan yang terbaik dari Tuhan.

Kita melihat di sini saudara bahwa pengorbanan tanpa kasih akan membuat seseorang merasa berhak untuk menuntut dan kehilangan rasa terima kasih.

Di dalam pasal ini, Tuhan menegur sikap mereka yang demikian. Tuhan mengingatkan kembali bahwa pada hakekatnya Tuhan tidak perlu apa-apa dari mereka. Tuhan tidak butuh satupun barang dari mereka karena semuanya yang ada di langit dan bumi ini adalah kepunyaan Tuhan.

Hal ini Tuhan ingatkan supaya mereka tidak sombong dan tidak merasa diri mereka hebat karena sudah berkorban, lalu marah-marah atau bersungut-sungut, mengomel dan tidak mengucap syukur.

Teguran ini berlaku juga buat kita. pengorbanan seharusnya dibarengi dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan. Pada hakikatnya Tuhan mau agar setiap kita mengucap syukur kepadaNya.

Untuk apa berkorban tapi bersungut-sungut. Lebih baik mengucap syukur korban yang diberikan dengan hati yang mengasihi dan bersyukur akan berkenan kepada Tuhan.

Penutup

Renungan firman tuhan tentang bersyukur – Saudara yang dikasihi Tuhan, yang Tuhan rindukan dari setiap kita terutama adalah hati yang bersyukur dan mulut yang menaikkan Terima kasih, ucapan syukur serta memuliakan Tuhan.

Mari kita belajar untuk bersyukur. Jangan bangga dan sombong bila kita bisa memberi atau berkorban bagi Tuhan karena yang terpenting adalah ucapan syukur kita yang dilandasi kasih kepada Tuhan

Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Tuhan. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Tuhan.

Comments are closed.