Garam dan Terang Dunia 2

Renungan Firman Tuhan Tentang Garam dan Terang Dunia“Kamu merupakan garam dunia. Bila garam itu jadi tawar, dengan apa dia diasinkan? Tidak lagi ada fungsinya selainnya dibuang dan diinjak orang. Kamu ialah terang dunia. Kota yang berada di atas gunung mustahil terpendam. Kembali lagi juga orang tidak menghidupkan pelita lalu menempatkannya di bawah gantang, tetapi di atas kaki ia sehingga menyinari semuanya orang di rumah itu. Demikian sebaiknya terangmu bersinar di muka orang, agar mereka menyaksikan tindakanmu yang bagus dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Jadi Garam dan Terang Dunia 2

jadi garam dan terang dunia

renungan Firman Tuhan tentang jadi Garam dan terang Dunia

Kita Garam Dunia

Kita mempunyai peranan dalam kehidupan ini baik pada keluarga, tetangga, Gereja, Nusa dan Bangsa. Harusnya, seperti garam, kedatangan kita dibutuhkan yang membawa berpengaruh yang besar. Yakni memberikan rasa. Kedatangan kita mengganti situasi. Harusnya punya pengaruh meredam pembusukan dalam makna kata, memberikan panutan kesalehan.

Baca: Bahan Khotbah tentang Garam dan Terang Dunia

Contoh, janganlah sampai namanya Debora tiba-tiba jadi muncikari. Atau nama Elizabet, tetapi melacurkan diri, dan sebagainya. Atau namanya Lukas, masuk diskotik minum dan mabok. Saat di kounter pembayaran emosi tidak ingin bayar, malah memukul atau mencederai petugas, dan sebagainya.

Sebagai siswa atau mahasiswa malas, ugal-ugalan, mekebut, corat-coret dinding, menantang otoritas. Mereka ini adalah garam yang telah kehilangan rasa asinnya. Tidak ada jalan lain terkecuali bertobat. Bagaimana semestinya kita melakukan perbuatan? Kita harus menantang semua wujud amoralitas dan bermacam-macam kebohongan dimanapun.

Baca: Renungan Firman Tuhan Tentang Kekuatan

Contoh simpel: bekerja dengan tangan, jualan, jadi tukang, dan yang lain. Atau, jadi pelayan masyarakat dan sebagainya. Itu semua dilaksanakan secara benar, rajin, dan telaten.

Di Gereja juga kita perlu sama-sama menggarami. Gereja sebagai suam, yang mematikan kuasa Arwah Kudus, dan tidak patuh menantang kondisi yang sekarang mencakup dunia, akan Allah muntahkan. Takut sekali jika kita sampai dimuntahkan dan dipijak-pijak orang. Ini memiliki arti, orang yakin yang suam, dan keluarga mereka akan dihancurkan oleh nilai-nilai masyarakat yang tidak ber-Tuhankan Yesus.

Kita Terang Dunia

Garam dan Terang Dunia – Jadi orang yakin yang hidup dalam kebenaran, kita menyinarkan kebenaran Ilahi itu dalam kosmos mekanisme kehidupan sosial manusia. Dengan bahasa Gerika atau Yunani ialah luchnos yang maknanya lampu minyak . Maka kita cuman menjadi pribadi yang bawa jelas ilahi sepanjang dipenuhi Roh Kudus. Dan menyinarkan sinar illahi yang diartikan ialah dengan lakukan tindakan baik untuk memuliakan Bapa di surga.

Jangan sampai sebagai pembawa terang Ilahi, kita tutup diri dan menggenggam tangan. Kapan pun, khususnya di era Wabah ini, di mana beberapa orang terimbas dengan beragam kesusahan, sebagai banyak peluang untuk melakukan perbuatan baik membantu beberapa orang sebagai garam dan terang dunia. Sekiranya Roh Kudus memberikan dorongan yang kuat dan memampukan kita. Amin

Share:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *